Suasana Di Penjara Suci

Penjara Suci

Dari sebuah pengalaman, dari semenjak SMP. saya menuntut ilmu di Pondok Darul Falah tepatnya di Sragen Jawa Tengah. Saya disana sampai dengan kelas 1 aly saja atau setara dengan 1 sma jika di luar. Pesantren saya lebih mengajarkan ke agama an, yang utama dari segi materi pembelajaran dan di junjung dari segi keseharian. Banyak dari kesan dan hal yang dapat saya ambil disana, mulai dari pelajaran yang saya sukai, hafalan yang menjadi hobi saya, dan bermain bola salah satu olah raga disana yang saya sukai.

Dari pelajaran yang berbau arabiyan, dan hafalan Al-qur’an yang saya sukai, tak sebatas menghafal sendiri, tapi juga ada kelas tahsin dan tahfidz.

Materi di pondok saya, kurang lebih hampir setiap hari bertemu dengan bahasa arab, ntah itu Al-qur’an, Hadist, dan Nahwu. Dari sejak kelas 2 tsanawiyah. Saya mengikuti progam tahsin dan juga tahfidz, dikarenakan juga, syarat lulus dikelas 3 aly di pondok saya, harus menyampai target 12 juz selama 6 tahun, ditambah juga 42 hadist arba’in, 60 hadist sittun, dan asmaul husna dengan penyetoran sekali duduk.

Mungkin ini memang sudah takdir, saya hanya dapat mengikuti kegiatan belajar di pondok saya hanya sampai kelas 1 aly. Kemudian saya melanjutkan untuk pindah Pesantren. Eiit, sebelum saya melanjutkan cerita saya, saya ingin menceritakan kehidupan saya di pondok, mulai dari pagi hari bangun tidur, sampai dengan malam hari sebelum tidur.

Kesibukan Sehari-Hari

www.pexels.com

Dari sebelum terbit nya matahari. Nih sob, saya mau cerita. Pagi jam 4 sebelum subuh wajib bangun, persiapan lah buat sholat subuh berjamaah, sebenarnya sih ada kegiatan yang di anjurkan untuk sholat malam di pesantren saya, tapi itu berjalan tidak terlalu efektif.

Banyak lah yang jalanin, meskipun tidak semuanya. Dengan alasan ngantuk, termasuk saya juga. Kemudian sehabis sholat subuh, kira-kira jam 5 lah, kegiatan nya membuat halaqoh, berkelompok kemudian bersama an membaca surat al-baqarah 5 ayat pertama, ayat kursi dan 2 ayat setelahnya, dan juga 3 ayat akhir dalam surat al-baqarah, setelah itu ditambah asmaul husna.

Setelah halaqoh selesei jam 05:30 pagi. Semua santri wajib menghafal sesuai target di kelasnya masing-masing. Dan di ajaukan ketika masuk sekolah. Selesei dari halaqoh dan hafalan jam 06:00 pagi, yang dilanjutkan dengan piket pagi hari yang ditugaskan bergilir dengan tempat berbeda-beda.

Untuk kelas 1 Tsanawiyah, masuk sekolah jam 07:00 pagi, jadi jam 06:00 untuk piket makanan, sudah mempersiapkan dan membagi makan. Dan untuk kelas  2 tsanawiyah sampai kelas 1 aly masuk kelas jam 08:00 pagi, setelah piket selesei. Makan dan persiapan untuk masuk kelas, masuk sampai jam 15:00 sore untuk kelas 1, dan sampai jam 16:45 untuk kelas 2 tsanawiyah sampai kelas 1 aly. Untuk kelas 2 aly dan kelas 3 aly, masuk siang dan pembelajaranya sudah sedikit dalam satu hari.

istirahat untuk kelas 1 tsanawiy jam 09:00 pagi dan kelas 2 tsanawiy sampai kelas 1 aly jam 10:00. Dan jam waktu sholat, jam 11:00 semua istirahat, untuk makan dan persiapan sholat dhuhur. Kemudian setelah selesei belajar, kegiatan nya olah raga dari jam 16:45 sampai jam 17:15, tapi untuk piket makan wajib mengambil makanan. Karena jadwal makan aturan sebelum magrib.

Setelah kegiatan olah raga, makan dan bersih-bersih. Persiapan untuk sholat magrib. Setelah sholat magrib, kegaitanya kita ada salah satu teman untuk maju dan membaca 3 hadist dari kitab bukhori. Dan kemudian di lanjutkan dengan tilawah bersama dengan kelompoknya sampai isya, setelah sholat isya kesibukan kita belajar dari jam 20:00 sampai minimal jam 21:00 malam, dan kemudian dilanjutkan persiapan tidur. Karena jam 22:00 wajib tidur dan semua lampu mati.

Seperti Di Penjara

www.pexels.com

Ada beberapa hal yang mungkin beda dengan pesantren lain nya, dan tidak semua anak muda mau dimelakukan peraturan ini. Udah menjadi syarat sah nya nih sob hehehe, sebulan sekali wajib gundul, bukan gundul biasa, gundul sampai akar kalo yang ini.

Untuk sanksi hukuman pasti ada, kalo diantara kita ada yang tidak gundul atau gundulnya kurang sempurna, masih ada hati dari ustadz kita, yaitu dikasi tempo hari untuk mencukur bersih. Nanti tiap santri diberi kertas bukti tanda tangan syarat sah udah melakukan peraturan.

Hukuman bagi yang melebihi tempo, di skor atau diliburkan sekolah beberapa hari dan menghafal surat yang di tentukan ustadz, biasanya sih minimal 4lembar. Dan wajib selesei 3 hari. Untuk santri yang masi bandel, ada lah hadiah yang lebih berat untuk diterimanya.

Pernah Sakit Tapi Tak Sesakit Ini

www.pexels.com

Wajarlah manusia sakit, seperti panas, masuk angin, dan gatal nih penyakit anak pesantren, tapi semua itu wajar, karena tinggal hidup bersama, namun bisa ko di cegah. Asal kita mau saja menjaga kebersihan kita.

Semasa saya kelas 3 tsanawiyah, saya mengalami cidera di kaki, saat bermain sepak bola. Soalnya emang dari sekolah dasar saya menyukai sepak bola. Sampai pernah ikut SSB(Sekolah Sepak Bola). Tapi cuman 6 bulan di kelas 6 SD.

Mungkin karena sangking serunya saat main bola di pondok, sampai lupa berhati hati. Sore itu saya main bola dan tepat jam 17:00 saya berbenturan dengan teman pada saat itu lawan saya. Kaki saya kena tendanga dia. Langsung saat itu juga saya jatuh dan berteriak, karena kesakitan.

Lemas dan merintih kesakitan, kaki saya di jari manis kanan, berlubang namun tidak berdarah, saya tidak dapat berdiri, kemudian teman-teman mengerumuni saya, dan pelan-pelan membawa saya ke UKS(Usaha Kesehatan Sekolah).

Malam nya saya dipijatkan, tapi setelah dibawa ke tukang pijat, mbah dukun pijat nya tidak berani memijat, dia bilang : “ ini patah tulang nya”.

Ke esokan hari nya di bawa ke Rumah Sakit Masaran Sragen, untuk pengecek an lagi. Dokter bilang sama dengan dukun pijat, ini kakinya patah. Setelah itu sorenya saya di izinkan untuk pulang. Malam nya saya pulang dijemput kaka saya.

Dan besok ke esokan hari nya pula, atau hari ke 2 setelah patah tulang, saya baru rontgen. Setelah itu saya baru tau dengan jelas kaki saya patah dijari manis, dan 2 retak di ibu jari kaki dan jari tengah, dengan pelayanan cepat dan ramah, kemudian bergegas menuju ruang oprasi, dan dilakukan oprasi, kemudian tidak begitu lama, kaki saya di pen dan di ikat dengan kain pembalut.

Istirahatlah saya selama 2 bulan untuk menjalani masa penyembuhan dan pemulihan tulang. Terpaksa izin untuk tidak mengikuti kegiatan belajar. Rasa bosan selalu menghampiri saya, waktu luang hanya dapat saya gunakan untuk mengaji dan berdo’a agar cepat sembuh dan bisa mengikuti pelajaran lagi.

Setelah masa penyembuhan terlewati, akhirnya saya dapat berjalan dengan baik lagi, dan dapat mengikuti kegiatan pesantren lagi. Hingga saya dapat mengikuti ujian tes untuk kenaikan kelas aliyah. Baca lagi untuk pengalaman saya.

bersambung…

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *