10 Cara Budidaya Belut untuk Pemula, Beserta Jenisnya

Dalam cara budidaya belut, Anda harus tau bagaimana cara membesarkan nya, hingga dapat tumbuh sampai besar hingga dapat dipanen dengan hasil yang memuaskan.

Hal pertama yang harus Anda ketahui ketika ingin mengetahui cara budidaya belut diair yang bersih ialah menentukan lokasi untuk budidaya belut. Dan ke dua menentukan media budidaya belut. Mungkin dilihat hampir sama antara belut dengan cacing tanah.

Sama hidup didaerah lumpur, namun untuk hal budidaya ini berbeda. Memilih lokasi budidaya belut dan cacing tanah sangat mempengaruhi perkembangan ternak budidaya belut Anda.

berikut hal yang harus anda ketahui ketika pemilihan lokasi dan pembuatan media budidaya belut :

  • Utamakan atau sebisa mungkin, lokasi budidaya dengan rumah Anda dekat, supaya mempermudah untuk mengontrol perkembangan belut.
  • Tempat budidaya sebisa mungkin jauh dengan lokasi limbah, karena ini dapat mempengaruhi belut Anda.
  • Pastikan tempat atau lokasi budidaya belut Anda bersih dari batu batuan, kotoran, dan limbah.
  • Setelah syarat diatas sudah Anda terapkan, mulai untuk media budidaya. Bisa dengan media kolam terpal atau kolam yang terbuat dari terpal jika ingin menghemat, atau dengan media kolam semen, kolam yang dikokohkan dengan semen sehingga lebih aman dan jarak kokohnya, lebih lama dengan kolam semen.
  • Jika pembuatan media sudah semuanya. Anda bisa memasukan air jernih dan harus bersih, tanpa ada obat.
  • Ukurlah suhu air terlebih dahulu dan pastikan bahwa suhu air berada pada suhu optimal yaitu sekitar 250c hingga 280
  • Berikan alat yang dapat mengatur sirkulasi air dengan baik agar kolam tetap jernih.
  • Kolam yang keruh atau tercemar kotoran yang tidak dibersihkan, menyebabkan kesusksesan anda dalam budidaya belut menurun. Karena air sangat mempengaruhi perkembangan belut Anda.

Rincian Cara Budidaya Belut

1. Menyiapkan Kolam untuk Budidaya Belut

cara budidaya belut
www.dictio.id

Kolam drum merupakan kolam semi permanen. Artinya, dikatakan seperti ini, karena kolam drum ketahanan nya tidak seperti kolam semen, yang pasti jelas lebih awet dan jangka waktunya juga lebih nyaman jika menggunakan kolam semen.

Cara lain selain menggunakan drum sebagai kolam, Anda juga bisa menggunakan tong, terpal, atau juga bisa dengan tong kontainer ukuran standar. Namun jika Anda lebih nyaman dan praktis dengan menggunakan drum, saya ada langkah cara nya, berikut langkah nya :

  • Drum yang Anda gunakan, harus Anda bersihkan terlebih dahulu sampai sempurna, agar tidak mengganggu perkembangan belut Anda.
  • Buatlah lubang panjang kemudian taruhkan diatas drum.
  • Letakkan drum di tanah yang datar, berilah pengganjal semisal kayu panjang yang ditaruhkan dikanan dan dikiri drum bagian bawah, supaya drum tidak terguling.
  • Jangan lupa untuk memberi alat pembuangan dibawah pjok drum, guna untuk membresihkan jika drum Anda kotor, dan jangan lupa memberi peneduh dibagian atas drum yang gunanya supaya belut tidak tersengat sinar matahari secara langsung.

2. Membuat Media Pertumbuhan

cara budidaya belut
satujam.com

Belut juga membutuhkan sebuah media untuk tumbuh dalam perkembangannya. Media tumbuh tersebut dimasukan ke dalam drum. Media tumbuh ini merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan belut Anda jika tidak terkontrol. Hampir sama dengan pembudidayaan lele pada halaman ini.

Antara lain dari komposisi media tumbuh yakni : pupuk TSP, kompos, lumpur kering dan mikroorganisme starter. Semua serbuk diatas wajib pas dalam takaranya. Kemudian cara meletakan nya didalam kolam drum Anda.

Langkah Langkah Membuat Media Tumbuh :

  • Berikan pada dasar drum tumpukan jerami dengan cara melapiskan didrum, Untuk ketebalan dalam memberi jerami, Anda bisa memberinya sekitar 50 cm untuk ketebalan nya.
  • Siramkan 1 liter disetiap drum dengan cairan mikro organisme starter diatas jerami. Untuk memilih merk cairan tersebut, Anda bisa menggunakan EM-4 starter atau mikro organisme starter yang sudah banyak dijual di tokok toko pertanian.
  • Jika anda sudah melapisi jerami dengan mikro organisme, Anda dapat menaburkan kompos atau tanah humus dengan ketebalan lapisan sekitar 7 cm.
  • Langkah selanjutnya, Taburkan lagi campuran lumpur kering dengan pupuk TSP 5kg pada lapisan terakhir dengan ketebalan 25 cm.
  • Setelah itu langkah terakhir, Anda memasukan air ke dalam drum dengan ketinggian 17 cm – 20 cm. Kemudian biarkan air bercampur dengan media tumbuh sampai terjadi proses fermentasi kurang lebih selama 14  hari. Jangan lupa anda harus menutupi drum anda selama waktu fermentasi, dan jangan masukan belut sebelum masa fermentasi terlewati.

3. Memilih Bibit Belut yang Tepat

cara budidaya belut
www.indonetwork.co.id

Pemilihan bibit belut harus kamu jadikan momen terpenting juga, karena hal ini sangat mempengaruhi perkembangan belut dan hasil Anda untuk budidaya belut ini. Belut yang harus Anda pilih yang paling utama pada umumnya adalah sehat dan baik fisiknya atau tidak cacat. Cara memilih dan melihat kondisi belut tidak jauh dengan memilih ikan yang sehat pada umumnya.

Anda harus perhatikan belut yang sehat, seperti ini ciri ciri belut yang sehat :

  • Belut yang harus Anda pilih yakni yang postur tubuhnya sama atau seragam. Fungsinya agar masa panen nanti belut seragam besarnya, tidak beda beda dan ditakutkan saling memakan antara belut jika ukuran nya beda.
  • Belut yang Anda pilih, harus lincah, aktif, tidak lemas.
  • Pilihlah bibit belut yang tidak cacat atau sakit.
  • Carilah atau pilihlah bibit yang siap untuk diternak dengan kisaran panjang 10 cm-12 cm.

Jika anda ingin berkembang yang berkelanjutan, jadikan syarat diatas adalah pedoman anda untuk mencari bibit belut berikutnya. Jika semua sudah mencukupi kriteria diatas, segera masukan bibit belut kedalam kolam drum yang sudah dicampur dengan media tumbuh yang telah terfermentasikan.

4. Peningkatan Jumlah Penebaran untuk Budidaya Belut

cara budidaya belut
lisa.id

Karena kolam air bersih akan jauh lebih longgar dan tidak akan padat seperti media lumpur maka penebaran benih bisa dilakukan dalam jumlah lebih banyak, bahkan bisa mencapai 3 kali lipat dari jumlah bibit yang biasa di tebarkan di kolam lumpur.

5. Memberikan Pakan yang Tepat

cara budidaya belut
http://cyberspaceandtime.com

Hal ini menjadi kunci sukses peternak juga. Sukses tidaknya peternak belut sangat terpengaruhi oleh faktor pakan. Dan faktor pakan pula terpenting dalam budidaya. Jika anda salah memilih pakan untuk ternak Anda, konsekwensinya akan menghambat pertumbuhan perkembangan belut Anda.

Bagaimana agar terkontrol untuk jenis pakan nya?, hal yang harus Anda ketahui secara umum yakni, penakaran pakan belut harus tepat, kalau takaran nya tidak tepat, harus Anda ketahui bahwa belut hewan kanibal. Jadi jika takaran pakan tidak diperhatikan, belut akan memakan teman nya sendiri.

Berikut rumus sederhana dalam memberi pakan belut, pakan diberikan 5-20% dari bobot belut. Tidak boleh kurang atau lebih. Berikut takaran yang dapat Anda terapkan diternak belut Anda :

  • Takaran 0,5 kg untuk umur 0-1 bulan
  • Takaran 1 kg untuk umur 1-2 bulan
  • Takaran 1,5 kg untuk umur 2-3 bulan
  • Takaran 2 kg untuk umur 3-4 bulan

Anda bingung pakan apa yang harus Anda berikan untuk belut anda?. Untuk hal pakan, anda harus memilih dengan pakan mati atau pakan hidup untuk belut Anda. Contoh pakan hidup untuk belut kecil Anda yaitu seperti: zooplankton, cacing, kutu air, kecebong, larva ikan, serangga dan lain-lain.

Untuk pakan belut yang sudah besar, kemudian pakan nya dari pakan hidup, Anda bisa memberinya ikan, katak, serangga dewasa, kepiting, bekicot, belatung dan keong jenis apa saja.

Berikan pakan pada belut 3 hari sekali hanya di waktu sore, karena lazimnya belut makan ketika hari sudah gelap. Sebaiknya pakan yang akan anda berikan ke belut sudah anda potong menjadi kecil kecil agar mempermudah belut makan. dan jangan lupa teratur dalam memberikan makan.

6. Perhatikan Penyakit Maupun Hama

Anda harus mewaspadai dengan kesehatan belut. Meskipun jarang belut yang terjangkit penyakit atau hama, tapi juga masih ada banyak belut yang terjangkit penyakit. Meskipun penyakit itu sendiri tidak langsung datang dan menyebabkan belut terjangkit penyakit, hama belut pun juga tidak langsung ada.

Penyakit akan hadir Anda tidak mengkontrol kondisi kolam, segi pakan belut, maupun segi kebersihanya lainya. Yang kemudian menyebabkan hama dan penyakit datang.

Sehingga cara utama Anda jika mengharapkan keberhasilan dalam budidaya belut yakni melakukan pemeliharan yang lebih baik, teliti, dan penanganan terhadap kondisi belut yang sudah terjangkit penyakit atau hama yang ada.

Jika penanganan penyakit bisa dimulai dari menjaga kesehatan, memperbaiki cara pemeliharaan, teliti. Maka dengan cara mencegah hama adalah, dengan cara memberikan cara agar supaya jenis hama yang mengganggu tidak merusak kondisi budidaya belut anda.

Yang termasuk hama belut yang harus anda waspadai adalah diantaranya:

  1. Tikus sawah
  2. Ular
  3. Berang berang

7. Tetap Menjaga Sanitasi atau Kebersihan Kolam

cara budidaya belut
www.youtube.com

Cara menjaga aset budidaya dan perkembangan belut anda yang anda kembangkan budidaya belut tanpa lumpur, selain memerhatikan media tumbuh, segi pakan, kesehatan, hama, Anda juga harus rajin untuk menjaga kebersihan kolam belut agar perkembangan belut lancar tidak terganggu dengan adanya penyakit atau hama lainya.

Kolam belut kotor? sudah wajar sebenarnya. Namun ada yang harus Anda ketahui, penyebab kotor  nya kolam pada belut adalah selain lendir belut itu sendiri, bisa dikarenakan kotoran hama lainya.

Banyak hama yang disekitar kolam yang mengkotori sehingga dari situ akan memancing hama lain untuk datang dan mengganggu budidaya belut Anda, dari segi kebersihan terganggu, kesehatan terganggu. Maka dengan sebab itu, Anda harus menjaga sanitasi atua kebersihan pada kolam belut Anda.

8. Peningkatan Jumlah Penebaran Bibit

Karena kolam air bersih akan jauh lebih longgar dan tidak akan padat seperti media lumpur maka penebaran benih bisa dilakukan dalam jumlah lebih banyak, bahkan bisa mencapai 3 kali lipat dari jumlah bibit yang biasa di tebarkan di kolam lumpur.

9. Proses Pemanenan Belut

cara budidaya belut
www.jurnalasia.com

Masa pemanenan adalah masalah yang ditunggu banyak dari Pengusaha yang telah berusaha merawat belutnya, dari awal beli bibit. Membuatkan kolam, menjaga kesehatanya dan melakukan rangkaian untuk membuat belut nya supaya sehat dan membuahkan hasil yang tidak mengecewakan.

Usaha tidak akan menghianati hasil. Pengusaha atau petani budidaya belut berusaha selama masa perkembangan dan membesarkan belut dengan sabar. Akhrinya belut dapat dipanen setelah 3 sampai 4 bulan masa pemeliharaan dari sejak pemeliharaan bibit dikembangkan.

Terkhususkan untuk belut yang memiliki kualitas baik, biasanya petani mengambil nya dan mengembangkan lagi untuk dijadikan indukan agar menghasilkan bibit baru yang baik pula. Anda juga bisa memanen belut Anda, tidak secara seklaigus, tapi secara harian dengan penangkapan manual, dikarenakan masyarakat menyukai belut yang beragam, dengan ukuran tidak harus besar. Biasanya belut yang sudah berumur 3 sampai 4 bulan, memiliki panjang kurang lebih 17 cm-20 cm.

Jenis Jenis Belut

Belut atau juga disebut swamp ells (Monopterus/Fluta, Ophiternon/Synbrachnus) sebagian atau banyak orang yang tidak suka dengan belut dengan alasan karena jijik dikarenakna kotor. Bukan karena dia hidup dilumpur tempat yang ada genanangan air seperti sawah dan rawa rawa. Belut juga bentuknya mirip dengan ular, hanya saja belut tidak berbisa dan tidak bersisik. Belut tergolong dalam kategori ikan.

Seperti biasanya, ciri khas ikan yakni mempunyai ingsang dan hidup ketergantungan dengan air begitu juga pada belut yang dapat bertahan hidup didalam tanah yang becek atau berair atau dilumpur yang kering dengan kadar air sedikit bahkan di saat sawah mengering pun, belut masih bisa hidup, namun untuk berproduksi, belut tetap membutuhkan air. Pemijahan belut hanya akan terjadi selama musim hujan atau pada lingkungan yang mempunyai air.

Selain dapat hidup disawah yang berair atau sawah kering, belut juga hidup di danau atau di rawa rawa. Sehingga jika Anda hendak memelihara belut, cukup mudah untuk memberikan tempatnya, misalnya akuarium, bak, kolam, dan lain lain.

Kecuali untuk pembudidaya an, Anda harus lebih memerhatikan tempat, kolam, dan pakan nya. inget yah, belut tidak ada hubungan antara belut dan ular, sekalipun tubuh kedua hewan tersebut sangat mirip. Kedua hewan ini berasal dari bangsa yang berbeda.

Pasti sudah banyak yang tau ya apa belut?. Namun tidak sedikit pula dari rekan sekalian yang belum mengenal berbagai macam jenis belut di Indonesia. Berikut kami jelaskan macam macam jenis belut :

  1. Belut Sawah (monopterus albus)
  2. Belut Rawa (Synbrancus bengalensis)
  3. Belut Muara
  4. Belut Laut atau sidat (Anguilla sp)

Kita ulas satu persatu mengenai belut dan jenis nya. untuk yang pertama :

1. Belut Sawah (Monopterus Albus)

cara budidaya belut
http://www.semuaikan.com

Pasti diantara kita banyak yang sudah bahkan sering mengetahui belut sawah ini, kalo sudah banyak yang tau, coba simak perbedaannya agar wawasan kita lebih banyak, berikut ciri ciri belut sawah:

  • Warna kulit lebih cerah
  • Ukuran panjangnya mencapai 45-60 cm ketika sudah dewasa
  • ukuran beratnya bisa mencapai 200-300gr/ekor
  • Gerakan nya lebih lincah dan sensitif terhadap getaran atau getaran makhluk lain.
  • Untuk bagian ujung kepalanya cenderung lebih lancip jika dibandingkan dengan ikan sidat
  • Ukuran lebar matanya lebih kecil dari belut lainya
  • Mempunyai ekor yang mengecil lancip
  • Hewan ini tergolong hermaprodit(berganti kelamin)
  • Memiliki daging yang lembut
  • Rasa dari daging nya lebih enak, gurih, serta bergizi.
  • Untuk indukan betina yang siap kawin, belut ini mempunya panjang 20-30 cm dan bobot 20-30 ekor/kilo pada umur dibawah 10 bulan.
  • Untuk pejantan yang siap kawin, mempunyai panjang 35-45 cm dan bobot 4-8 ekor/kg.

Belut sawah ini tergolong jenis ikan tawar, dan cara memeliharanya cukup mudah.

2. Belut Rawa (Synbrancus bengalensis)

cara budidaya belut
pkbm-baitulilmi.blogspot.com

Belut rawa dengan belut sawah sekilas terlihat sama, karena memang kedua belut ini mempunyai sedikit saja perbedaanya, berikut ciri ciri belut rawa:

  • Warna tubuh yang dimiliki belut rawa terkesan lebih gelap
  • pstur Panjang tubuhnya dapat mencapai 50 -60 cm ketika dewasa
  • Bobot belut rawa ketika dewasa bisa mencapai 150 -300 gr/ekor
  • Habitat hidup belut rawa ini di area rawa atau tanaman kirai yang banyak tumbuh diatas permukaan air
  • Sama dengan belut sawah, gerakan lincah dan sensitif terhadap getaran/gerakan makhluk lain.
  • Mempunyai bagian kepala lebih runcing dibandingkan ikan sidat
  • Mempunyai bentuk mengecil dan ekor lancip
  • Sama dengan belut sawah, mempunyai mata yang kecil
  • Termasuk hewan hermaprodit (dapat berganti kelamin)
  • Induk betina (siap kawin) pada umur dibawah 10 bulan dengan panjang 25 – 40 cm dan bobot 10 – 20 ekor/kg
  • Induk jantan (siap kawain) pada umur diatas 10 bulan dengan panjang 40 – 50 cm dan bobot 3 – 4 ekor/kg.
  • Memiliki tekstur daging yang lembut
  • Memiliki rasa yang sangat enak dan gurih, serta sangat bergizi tinggi.

Jenis belut rawa ini tergolong jenis ikan tawar, dan mudah untuk membudidayakan atau memeliharanya.

3. Belut Muara (Macrotema Caligangs)

cara budidaya belut
elnandar.com

Untuk jenis belut yang satu ini mempunyai banyak perbedaan dengan belut lainya, berikut ciri ciri belut muara:

  • Warna pada belut ini, terlihat cokelat pucat
  • Mempunyai panjang tubuh mencapai 60 -70 cm ketika dewasa
  • Berat tubuh nya bisa mencapai 250-400 gr/ekor
  • Habitat hidup belut ini sama dengan namanya yakni di area muara atau tambak dekat laut
  • Jika kedua belut diatas mempunyai gerakan cepat, untuk belut muara beda, dia mempunyai gerakan lambat namun sangat kuat.
  • Mempunyai bentuk ujung kepala, seperti ujung terompet
  • Ekor pada belut ini terkesan seperti pedang
  • Kelopak mata nya lebih kecil dari pada sidat
  • Lebih mempunyai bau amis pada belut muara
  • Tekstur daging tidak lembut seperti belut sawah, atau bisa dibilang kasar
  • Sama dengan belut lainya, belut ini mempunyai citarasa yang enak gurih dan sangat bergizi.

Itulah ciri ciri dari belut muara. Namun hingga saat ini masih belum ada yang membudidayakan belut ini. Beda dengan belut sawah dan belut rawa yang sudah banyak dibudidayakan dikalangan petani.

4. Belut Laut atau sidat (Anguilla sp.)

cara budidaya belut
www.deviantart.com

Pasti anda banyak yang sering dengar dengan nama hewan sidat?. Sidat tergolong jenis ikan, dia menyerupai ular dan belut, pada umumnya orang menyebutnya termasuk jenis belut. Rata rata pada umumnya, sidat banyak ditemui hidup di laut, tapi asal kamu tau, sidat juga ada yang hidup di air tawar dan disebut dengan anguilla sp.

Berikut ciri-ciri ikan sidat/belut:

  • Mempunyai tubuh yang panjang seperti belut namun lebih pipih(tipis rata)
  • Jika belut tidak mempunyai sirip, beda dengan sidat ini yang mempunyai 2 sirip didekat kepalanya. Sehingga terkesan seperti kepala ikan tubuh ular.
  • Memiliki bentuk ekor lebar mirip seperti ekor ikan pada umumnya
  • Memiliki bentuk kepala sekilas seperti ular
  • Dapat berhabitat di air tawar(anguilla sp), kali, sungai besar
  • Kelebihan sidat dari belut dapat dibedakan ditekstur kelembutan daging, daging sidat lebih lembut dari belut
  • Permukaan kulitnya lebih halus dari belut
  • Dapat bertahan hidup lebih lama dari pada belut
  • Postur tubuhnya sangat licin dan lembut dibandingkan belut
  • Mempunyai berat badan lebih dari belut, yakni 500gr lebih/ekor nya
  • Bereproduksi dilautan dan setelah menjadi larva (eel glass) bergerak menuju perairan tawar sampai siap bereproduksi baru kembali kelaut.

Demikian ciri ciri beserta contoh nya dari berbagai jenis belut yang ada di Indonesia. Semoga ini menjadi tambahan ilmu dan wawasan kita dan pembaca. Semoga bermanafaat. Untuk informasi lebih detail lagi tentang hewan air, atau tentang budidaya cacing sutra, silahkan klik halaman ini.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *