Belajar Menjadi Orang yang Sukses dengan Banyak Pengalaman

www.pexels.com

Setelah 11 bulan saya hidup di penjara suci pondok pesantren Nadi Qur’an. Saya lanjutkan di subang, disana tempat dauroh al-quran, jadi sistem menambah hafalan selama 2 bulan. Awal mulanya saya tidak tau tempat tersebut. Tapi ada teman saya dari Tasikmalaya, teman dulu di pesanten tahfidz. Dia memberi tawaran ke saya, gimana kalo saya masuk pesantren di subang?. Yah meskipun udah hafal, baiknya kita mengulang lagi.

Ada rasa tertarik juga dengan progam ini. Sangat luar biasa hanya dalam waktu 2 bulan saja, dapat menambah hafalan sebanyak 30 juz. Banyak lah orang yang tertarik dengan progam pesanten ini.

Tidak ada salahnya mengulang hafalan, pasti akan mendapat ilmu yang lain. Dan menambahnya kekuatan hafalan kita, jika sering kita uji. Oh iya hampir lupa, nama pesantren dauroh di subang Asy-Syifa. Dulu nama pengurusnya Ust. Abdul Rouf. Beliau ketua pesanten pada saat itu.

Perjalanan

www.pexels.com

Setelah saya meminta izin ke Orang Tua, akhirnya di bolehkan. Dan saya putuskan untuk berangkat ke subang. Hari tanggal 15 Juli saya berangkat kesana dengan menggunakan kereta. Karena teman saya tadi dia dari Surabaya hendak pulang ke Tasikmalaya, dia main ke rumah saya. Dan menginap satu malam. Dna ke esokan nya, sore jam 16:15 saya ke stasiun.

Kita berdua berangkat menggunakan kereta. Sampai di Tasikmalaya jam 12:00 malam, saya menginap di rumah teman saya, sampai tanggal 19. Rencana awal saya mau langsung ke pesantren, tapi setelah sampai Tasikmalaya. Saya di suruh teman saya supaya berangakat ke pesantren nya tanggal 19. Kita disini liburan dulu.

Teman saya sebenernya cuman mau mengantarkan saya ke pesanten, karena emang dia sudah alumni pesantren asy-syifa, dan mengajar di pesantren asy-syifa. Di izinkan lah saya ke atasanya, kehadiran saya diundur tanggal 19.

Liburan Sebentar

www.pexels.com

Setelah mendapat izin dari atasan pesantren, saya menginap dirumah teman saya selama 4 hari. Tanggal 15,16,17,18, dan tanggal 19 sore saya berangakat dari Tasikmalaya berdua dengan teman saya. Hari pertama saya keliling kampung daerah dengan rumahnya, sangat sejuk dan dingin, karena memang banyak hutan dan pepohonan.

Hari ke dua, saya pergi main ke rumah saudaranya, seharian, dari awal datang, kemudian perkenalan, dna menjadi teman dekat sampai sekarang. Sampai malam nya tidak pulang, menginap dirumah saudara teman saya.

Hari ke 3, saya pergi main ke bukit, saya kurang tau namanya. Pemandangan nya sangat bagus dan indah. Ditambah cuacanya dingin, kita sambut pagi hari dengan makan bakso dan kopi hitam, sungguh sangat syahdu.

Dihari ke 4, pagi saya bermain ke kebun teh bersama teman-teman yang lain, saya sangat asing dan tidak kenal, tapi saya paksakan untuk biasa saja, dan saya beranikan untuk kenalan, ada 6 orang laki-laki, dan 2 orang perempuan.

Saya tidak terbiasa waktu itu bermain barengan dan ada perempuanya. Karena memang saya dari SMP, tidak pernah main dengan perempuan. Ini pesan Ibu saya sekaligus menjadi aturan di rumah saya.

Setelah itu saya paksa untuk kenalan dengan teman laki-laki. Hari itu kita main ke kebun teh sampai jam 1 siang, sepulang dari main. Kita bareng-bareng berenang sampai jam 3 sore. Setelah itu pulang, sholat ashar berjama’ah.

Selesei dari sholat, kita makan bareng di warung ikan. Tersedia banyak menu ikan, dari goreng, bakar, dan geprek. Tersedia juga seafood. Makan sampai jam 5. Kemduian pulang ke rumah masing-masing, tersisa saya dan teman saya, ditambah lagi dengan saudaranya.

Malam itu kita tidak pulang, tapi menginap di rumah saudara teman saya. Jam 10 malem kita mulai ada rencana untuk ngeliwet nasi, jadi nasi dimasak di kasi daun serih, biar wangi, akhirnya tercapai juga tuh rencana.

Malem itu kita ngeliwet ditambah lauk nya ikan di bandeng, masak lah bersama sampai selesei masak jam 11 an malam, malam yang dingin itu. Kita harumkan dengan makan malam bersama, dengan menu yang sederhana, namun penuh kenikmatan.

Luruskan Niat

www.pexels.com

Setelah sekian hari memanjakan diri, saatnya untuk meluruskan niat lagi. Siang mejelang sore, kita persiapkan barang yang akan kami bawa ke pesantren. Setelah selesei, tepat setelah sholat ashar saya dan teman saya pergi ke pesanten dengan menggunakan bus.

Dari Tasikmalaya sampai subang jam 18:10. Kita lanjutkan untuk sholat magrib di Kalijati, nama tempat didaerah subang. Setelah sholat magrib, kita istirahat sebentar sembari menunggu jemputan dari teman di pesantren yang sedang perjalanan menjemput kita.

Tidak saya sangka, setelah menunggu 15 menit jemputan. Ternyata yang jemput teman saya juga ketika di pesantren nadi Jakarta Timur juga. Sangat senang bisa kumpul lagi dengan teman satu perjuangan. Dan sekarang belajar bersama lagi.

Diluar dugaan saya. Kemudian setelah dijemput, kita mampir ke masakan padang, untuk makan terlebih dahulu. Setelah makan, dan melanjutkan perjalanan ke pesantren yang cukup jauh, ketika sampai di pesantren, saya takjub lagi dikarenakan ada 3 teman saya yang ternyata setelah dari pesantren nadi. Mereka menjadi muhafidz disini.

Motivasi

www.pexels.com

Atas kehendak Allah, saya yang niatnya untuk belajar. Disini mendapat amanah sama dengan teman saya selama 6 bulan. Saya mendapati disini. Dulu sempat ada murid santri namun usia nya sudah tua. 54 tahun, dia ingin bertaubat kemudian datang dan meminta untuk di ajarin mengaji dan menghafal.

Dengan keterbatasanya, dari pihak pesantren bimbang untuk menerima, tapi ada salah juga pihak pesantren untuk menolak orang untuk belajar agama dan menghafal al-qur’an. Kemudian kita rapatkan, dan hasil nya, bismillah sepakat dari pihak pesantren untuk menerimanya.

Kemudian dibentuk lah jadwal bergiliran untuk mengajari nya mulai dari iqro’, dan tajwid, sampai kakek tersebut dapat menambah hafalan 30 juz dalam waktu 94 hari atau sekitar 3 bulanan. Sujud syukur lah kakek itu diiringi dengan linangan air mata. Karena bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan kepada beliau.

Sungguh sangat luar biasa akan kekuasaan dan kehendak Allah kepada hambanya, cerita ini dapat dijadikan motivasi untuk kita, untuk semua yang mendengar cerita ini.

Perjalanan PPTQ Wadi Qur’an

www.pexels.com

Setelah 6 bulan saya di pesantren asy-syifa Subang. Saya melanjutkan ke Jakarta Timur, karena saya mendapat panggilan dari teman, atas perintah atasan nya untuk menjafdi muhafidz di M.A Persis 69 di Matraman Jakarta Timur. Sebulan kemudian saya bergegas pergi ke Jakarta Timur. Kemudian sesampainya di M.A Persis, saya menjadi muhafidz selama 3 minggu.

Acara menambah hafalan di persis ini, dikarenakan untuk mengejar target hafalan murid selama 3 tahun. Waktu 3 minggu itu kita usahakan untuk membantu dari pihak pesantren supaya terseleseikan target hafalan para murid.

Waktu berjalan dengan cepat, 3 minggu pun sudah berakhir. Kemudian evaluasi dan pendataan berapa persen santri yang berhasil menyeleseikan dan yang kurang dari target minimal. Alhamdulillah dengan izin Allah 73% santri banyak yang menyampai target hafalanya.

Kemudian setelah usai 3 minggu, saya dipanggil oleh pimpinan PPTQ Wadi Qur’an, agar saya mengikuti kegiatan di Wadi Qur’an, yakni Dauroh juga seperti pesantren asy-syifa di Subang, hanya saja beda tempat dan beda atasan.

 

Saya menuruti permintaan atasan saya, dan Alhamdulillah saya di Wadi Qur’sn kurang lebih 15 bulan. Banyak cerita pengalaman saya yang ada di PPTQ Wadi Qur’an ini. Dapat mengenal banyak teman, santri dan banyak mendapat ilmu, motivasi dalam menjaga hafalan dan semangat terus untuk menjaga.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *