Suasana Baru

Tidak terasa akhirnya saya di penghujung akhir kelas 3 tsanawiyah. Saya menemui ujian materi, hafalan untuk syarat naik kelas aliyah. Ada beberapa syarat untuk memasuki kelas aliyah, di antaranya :

  1. Nilai rata-rata minim 6.
  2. Unggul pada materi fiqih, mustholah, muthola’ah, tafsir, dan hadist.
  3. Hafal minimal 6 juz.
  4. Hafal hadist arba’in nawawi sebanyak 42 hadist dan asmaul husna.
  5. Semua hafalan wajib di ajukan sekali duduk, salah total maksimal dalam hafalan hanya 10.
  6. Absen tidak kurang dari 75% dalam satu tahun.

Dengan izin Allah, Alhamdulillah saya dapat mengikuti semua ujian tersebut meskipun saya beberapa bulan nya, saya tidak dapat mengikuti pelajaran dikarenakan cidera patah tulang.

Dan dengan izin Allah, saya dapat masuk kelas aliyah dengan tanpa syarat. Sujud syukur dengan di iringi tetesan air mata, karena sangat bahagia nya saya. Namun, saya tidak dapat melanjutkan di kelas aliyah ini setelah setengah tahun kemudian.

Saya memutuskan untuk keluar dan pindah pesantren untuk mengejar apa yang saya inginkan dari kecil. Berat sebenarnya untuk saya jalanin, banyak kesan dan ilmu yang sudah saya dapat disini, dan sudah nyaman dengan tempat ini.

Demi cita-cita saya, bismillah dengan penuh harapan dan semangat untuk bisa. Saya memutuskan setelah itu untuk masuk pesantren tahfidz qur’an di Cibubur Jakarta Timur. Target disana 2 tahun selesei 30 juz.

Tes Ujian

www.pexels.com

Saya mengikuti tes langsung di pondok, dan Alhamdulillah saya lulus tes selama 3 hari. Untuk tes nya, perhari wajib menghafal 1 lembar lebih satu halaman. Jadi total selama 3 hari dapat menghafal 4 lembar lebih satu halaman. Disana juga di lihat akhlaq nya, bagaimana keseharianya, adab berkata, sopan santun nya, dan masih ada beberapa penilaian yang di pertimbangkan oleh pihak pesantren.

Suasana Dan Kegiatan

www.pexels.com

Setelah saya di terima menjadi santri, saya pertama merasakan bahagia karena di terima. Ke dua saya masih merasa aneh, mungkin karena masa adaptasi saya. Kegiatan dari pagi bangun tidur, jam 03:00 bangun untuk sholat malam, sesampai sholat subuh dilanjutkan dengan menambah hafalan sampai jam 06:00, minimal yang dihafal dari sesudah sholat subuh sampai jam 06:00 kira kira 1 jam. Santri harus mendapat satu halaman, dan siap di setorkan jam 06:00 kepada ustadz.

Untuk waktu penyetoran hafalan, dari jam 06:00 pagi sampai jam 07:00, kemudian dilanjutkan dengan piket harian. jadwal piket dari jam 07:15 sampai jam 08:30. Kemudian makan, Tapi ada yang beda disini. Untuk sarapan pagi, disini makan roti sama susu segar, makan nasi nya siang dan malam.

Biasanya sih saya habis setoran hafalan pagi, biasanya izin untuk sarapan ke warung dekat pondok sini. Hampir tiap pagi ke warung untuk makan nasi uduk, selain ibu yang jualan baik ramah, harga untuk satu porsi nasi uduk nya cuman 5000, biasa kantong pelajar jadi masih suka paket hemat.

Lanjut lagi untuk progam keseharian saya di pesantren ini. Setelah selesei piket, istirahat dan bersih-bersih sampai jam 10:00. Setelah itu masuk lagi untuk murojaah hafalan dari jam 10:00 sampai jam 11:00 siang, agar tidak langsung lupa hafalan kita yang kita hafal hari ini.

Kemudian setelah selesei murojaah jam 11:00 siang, kita wajib tidur siang sampai jam 12:00, kemudian lanjut sholat dhuhur dan ngaji lagi, bebas bisa nambah hafalan atau mengulangi sampai jam 13:00, kemudian makan siang sampai jam 13:30. Kemudian dilanjutkan dengan hafalan atau mengulangi hafalan lagi sampai jam 15:00.

Waktu sore setelah sholat ashar, di gunakan untuk mengajukan hafalan kemarin, dan mengulangi hafalan hari ini kepada asatidz sampai jam 16:15, setelah baru boleh balik ke asrama dan dilanjutkan dengan olahraga.

Olah Raga Dan Refresing

www.pexels.com

Tidak banyak pilihan untuk olahraga di pondok saya, hanya sepak bola, futsal, dan berlari dan berenang hanya hari minggu. Khusus untuk hari senin, dan sabtu sore, ada latian silat dengan nama perguruan nya thifan po khan. Biasanya saya hari biasa selalu mengambil olah raga yang saya sukai, seperti sepak bola di sore hari, dan malam jumat jam 21:00-23:00 untuk futsal hanya terkhusus yang dapat menyeseleseikan target hafalan dan murojaah hari kemarin dan hari ini.

Saya alhamdulillah selama di pondok sini, bisa dikatakakan mudah untuk menghafal, belum memurojaah hehehe. Jadi kalo ada futsal saya ikut terus, seru aja sih main futsal kalo kata saya mah, buat pemain nya, rata-rata temen yang paling deket juga dengan saya. Termasuk kaka kelas yang akrab dengan saya. Jadi saya merasa nyaman aja.

www.pexels.com

Untuk kegiatan silat thifan po khan. Saya mengikuti cuman 1 kali saja dalam sebulan, karena sangat keras untuk latihan nya, apalagi saya belum terbiasa, untuk pemanasan melenturkan tubuh dna saraf saja, butuh waktu 2 jam, di sambung senaman minimal 3 jam. Bisa habisin waktu banyak dalam sehari, lagian saya juga ada saraf yang belum benar karena sempat patah tulang waktu SMP.

Jadi untuk perlakuan fisik yang terlalu keras, harus dijauhi, anjuran untuk banyak berenang, rutin juga lah saya untuk berenang tiap minggu. Disini pesantren saya di Jakarta dekat dengan Jambore Nasional atau sering dikenal dengan Bumi Perkemahan.

Jelas nya itu Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur (Buperta Cibubur), wisata perkemahan yang terletak di Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur. luas nya sih saya belum begitu tau, intinya sangat luas dan sangat enak di pandang, karena penuh dengan pepohonan, rumput-rumput hijau. Jadi kita dalam seminggu kan cuman di dalam asrama, ngafalin al-qur’an terus. Saya sering kesana sama teman-teman meskipun tidak semuanya, refresing otak biar dingin.

Mungkin karena dulu masih jaman nya anak alay seumuran saya, jadi kalo main ke jambore suka liat orang bikin film, terus acara ivent-ivent, dan masih banyak acara lain. Terkadang juga saya dan teman-teman membawa bola, kita sepak bola di jambore sampai jam 09:00. Karena biasanya kita berangkat dari pesantren jam 06:00 pagi  dengan jalan kaki.

Hiburan Sendiri

Sepulang dari Jambore, biasa kita lanjutkan untuk berenang sampai jam 11 siang. Balik ke asrama waktu dhuhur, di lanjutkan dengan sholat dhuhur kemudian makan siang, dan istirahat. Jam 15:00 bangun dan menunaikan sholat ashar, kemudian kita sambung dengan main bola hingga jam 17:00 sore.

Ketenangan

pixabay.com

Sampai saya merasa nyaman dan tenang hidup bersama penghafal al-qur’an, dengan para asatidz, hanya hal positif yang kita temui di pesantren. Waktu berjalan bergitu cepat dengan beriringan lantunan ayat suci al-qur’an yang saya hafal.

Tercapai lah saya untuk dapat menghafal al-qur’an saya, dengan banyak sekali ujian-ujian. Mulai dari ketidak fokusan karena ada pikiran masalah yang belum terseleseikan, masalah dengan teman, dan yang paling menjadi tantangan untuk saya menghafal yaitu membaca berulang kali, tapi tidak hafal-hafal.

Ini yang terkadang membuat saya jenuh, lelah, mencoba meminta pertolongan kepada Allah supaya dimudahkan dalam menghafal. Tapi alhamdulillah semua berjalan sempurna dengan izin Allah. Dari sini saya belajar dan menjadi tau bagaimana kita mengahadapi masalah kita susah. Dan apa yang harus kita kerjakan ketika mendapat kenikmatan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *